Friday, June 28, 2019

Posted by Ardi Kurniawan
1 comment | June 28, 2019
Di beberapa tahun terakhir ini dunia perfilman marak dengan genre film horor bahkan pada tahun 2018 film horor termasuk katagori film yang paling diminati baik film yang diproduksi dalam ataupun luar negeri. Beberapa alasan pecinta film horor berpendapat bahwa terdapat sensasi untuk menguji adrenalin ketika nonton film horor. Setiap tayangan film tentu memberikan dampak psikologis tersendiri bagi anak-anak dan kalangan remaja pada khususnya disebabkan karena pemikiran pada kalangan anak-anak atau remaja masih sebatas imajinasi dan belum mampu berfikir tentang realitas.

Dikutip dari Livestrong (1/12/2018) film horor dapat berdampak negatif bagi perkembangan anak-anak atau remaja untuk jangka panjang. Beberapa akibat film horor bagi anak-anak dan kalangan remaja diantaranay :

Gelisah dan Ketakutan Fobia

Berdasarkan teori Jean Peaget tentang perkembangan koginitif yang didasarkan pada cara memahami atau mengoptimalkan kemampuan aspek rasional perkembangan pemikiran anak. Usia perkembangan anak dan remaja pada hakikatnya belum bisa membedakan antara fantasi dan kenyataan, sehingga film horor dapat menyebabkan ketakutan ataupun kecemasan hingga fobia terhadap pemahaman suatu objek.

Susah Tidur

Rasio imajinasi adalah pemahaman yang muncul dari perkembangan anak-anak dan remaja, seringkali anak-anak mendapatkan gejala susah tidur selepas menonton film horor di sebagkan karena rasa takut membayangkan suatu hal yang menyeramkan seperti hantu, bayangan-bayangan yang menyeramkan hingga mengakibatkan efek mimpi buruk dalam tidrunya. Bagi perkembangan psikologis anak hal ini bukan merupakan permasalahan yang spele karena gangguan tidur tersebut dapat dirasakan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan bahkan tahunan

Merusak Pola Pikir Simbolik

Tayangan film merupakan alat komunikasi yang dihadirkan melalui visualisasi, gambar, untuk menyampaikan pesan yang terdapat dalam film tersebut. Banyak pesan dari interaksi simbolik dalam film horor yang memberikan unsur negatif terhadap pola pikirnya disebabkan karena usia perkembangan anak adalah usia untuk mengekplorasi setiap apa yang dipahami dan ditonton. Dan jika yang ditonton oleh anak-anak adalah film horor maka dapat menghampat perkembangan pola pikirnya disebabkan pengaruh rasa takut yang akut disebabkan karen menonton film horor

Kekerasan

Film horor seringkali dibarengi dengan adegan kekerasan dan adegan film dewasa, hal tersebt dapt menghilangkan sikap kepekaan kehidupa sosial terhadap anak yakni kurangnya kepekaan terhadap kehidupan di dunia nyata.  

1 comment:

  1. makasih ustadz artikelnya..

    semoga semakin bermanfaat dan berbarokah.

    ReplyDelete

Blogroll

About