Takdir dicatat 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi
Setiap takdir yang menimpa diri kita tidak lain karena sudah digariskan oleh Allah swt. bahkan Allah swt telah menulis segala yang disiratkan kepada makhluknya di lahulih Mahfudz. Bahkan Allah swt. telah menuliskan takdir makhlukNya 50.000 (lima puluh ribu) tahun sebelum Allah swt. menciptakan langit dan bumi Nabi Sallahu 'alaihi wasallama bersabda :
كَتَبَ اللهُ مَقَادِيْرُ الخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ
“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash)
Sebelum Allah subhanahuwata'ala menciptakan langit dan bumi Allah telah terlebih dahulu menciptakan Qolam (pena), kemudian Allah subhanahuwata'ala memerintakan qolam tersebut untuk menuliskan
أَول ما خلق الله القلم قال له أكتب
Artinya "Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan oleh Allah SWT. adalah Al-Qalam, dan Dia memerintahkan untuk menulis segala sesuatu yang ada.” (HR. Ya'ala dan Baihaqi)
Setelah Allah subhanahuwata'ala mencitpakan pena, Allah memerintahkan pena tersebut untuk menulis segala ketentuan-ketentuan yang disiratkan terhadap makhluknya baik sesuatu yang besar hingga yang kecil yang terlihat ataupun yang tidak terlihat semua telah dicatat melalui makhluk Allah subhanahuwata'ala yaitu pena. Jadi segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi sudah ditakdirkan oleh Allah swt berdasarkan kehendakNya, dan tidak ada seorangpun yang mampu merubah kehendak Allah subhanahuwata'ala.
Macam-macam Takdir
Berkaitan dengan takdir Allah swt, maka terdapat 4 macam takdir yang Allah tentukan terhadap makhluknya diantaranya Takdir Azali, takdir Umri, takdir Sanawi dan taqdir Yaumi dari taqdir 4 tersebut takdir azali merupakan takdir utama dan merupakan takdir yang tidak dapat dirubah karena azali takdir azali yang tertulis di lauhil mahfudz. sedangkan 3 taqdir selainnya merupakan takdir yang dapat dirubah. berikut penjelasan 4 takdir tersebut.
1. Takdir Azali
Takdir azali adalah takdir yang ditetapkan oleh Allah subhanahuwata'ala sejak 50.000 tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. Takdir azali merupakan ketentuan Allah yang telah dituliskanNya di lauhil mahfudz sebagai ketetapan yang utama terhadap makhlukNya. Allah berfirman :
َ ألمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ فِي كِتَابٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِير
“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah”. (Al-Hajj/22 : 70)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كَتَبَ اللهُ مَقَادِيْرَ الْخَلاَئِقِ، قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ، بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ، قَالَ: وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ
“Allah menentukan berbagai ketentuan para makhluk, 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. “Beliau bersabda, “Dan adalah ‘Arsy-Nya di atas air.” (HR. Muslim)
2. Takdir 'Umri
Takdir 'Umri adalah takdir yang di tuliskan oleh malaikat Allah swt ketika meniupkan roh kedalam janin manusia setelah berumur 120 hari, ketika itu Allah memerintahkan malaikat tentang takdir manusia terhadap rizki, ajal, amal, celaka atau bahagianya. Rasulullah saw. bersabda,
ِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُوْنُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ فِيْ ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ، فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ
“Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama mpat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah seperti itu pula (empat puluh hari), kemudian menjadi segumpal daging seperti itu pula, kemudian Dia mengutus seorang Malaikat untuk meniupkan ruh padanya, dan diperintahkan (untuk menulis) dengan empat kalimat: untuk menulis rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagia(nya).” (HR. Bukhari Muslim)
3. Takdir Sanawi
Takdir sanawi merupakan takdir tahunan yang di melalui malaikat jibril pada malam lailatul qodar. Syaikh As Sa’di dalam Taisir Al Karimir Rahman berkata, “terdapat satu pencatatan kitab yang terdapat pada malam lailatul qadar. Kitab tersebut dicatat dan masih diselaraskan dengan catatan yang terdapat dalam kitabNya, tentang takdir Allah terhadap Makhluknya mulai dari ajal, rezeki, perbuatan serta keadaan mereka. Dalam penulisan tersebut, Allah menyerahkan kepada para malaikat pencatat untuk mencatat setiap amalan hamba. Di malam lailatul qadar Allah menetapkan takdir dalam setahun. Semua takdir ini adalah tanda sempurnaan ilmu, hikmah dan ketelitian Allah terhadap makhluk-Nya
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
“Pada malam itu turun para Malaikat dan juga Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” [Al-Qadr/97 : 4-5]
4. Takdir Yaumi
Takdir yaumi adalah takdir yang ditetapkan setiap harinya Allah, swt berfirman,
كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ
“Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” [Ar-Rahmaan/55 : 29]
Takdir bisa dirubah
Segala ketentuan atau ketetapan Allah swt dari 4 macam takdir tersebut tertulis di lauhil mahfudz, manusia mampu merubah takdir yang telah ditetapkan oleh Allah swt, sebagai contoh seseorang yang ditetapkan oleh sebagai seorang yang celaka namun karena usahanya yang sungguh-sungguh untuk mendapatkan hidayah Allah swt, maka takdir tersebut dapat dirubah, salah satunya dengan do'a Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻻ ﻳﺮﺩ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺇﻻ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ
“Tidaklah merubah suatu takdir melainkan doa.” [HR. Al Hakim, hasan]
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa takdir yang berubah tersebut berkaitan dengan doa, beliau berkata:
الدعاء من أسباب رد القدر المعلق ، والقدر يكون معلقا ويكون مبتوتا ، فإذا كان قدرا معلقا
“Doa termasuk sebab merubah takdir yang mu’allaq (bergantung pada sebabnya). Takdir itu ada yang mu’allaq dan ada yg telah tetap, sama sekali tidak berubah.”
Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa perubahan takdir dan doa tersebut juga tertulis dalam takdir azali lauhil mahfudz. Beliau berkata:
لكنه في الحقيقة لا يرد القضاء؛ لأن الأصل أن الدعاء مكتوب وأن الشفاء سيكون بهذا الدعاء، هذا هو القدر الأصلي الذي كتب في الأزل
“Pada hakikatnya takdir (azali) tidak berubah, karena doa tersebut sudah tertulis (dilauhil mahfudz) bahwa kesembuhan karena adanya doa, inilah takdir asli yang tertulis dalam takdir azali.” [Majmu’ Fatawa wa Rasail 2/93]



