Bebas Bergaul Di Dunia Maya
Seiring perkembangan teknologi digital dewasa ini kebebasan dalam berhubungan tak lagi menjadi norma dalam membatasi hubungan antara pria dan wanita melalui banyak akun mendia sosial yang berkembang seperti Facebook, Tweeter, Instagram dll. Melalui media siosial netizen bebas untuk bergaul memilih teman bahkan berhubungan intim baik remaja, pria, wanita yang sudah menikah atau belum menikah. Dalam menjalankan hubungan dirasa lebih efektif melalui media sosial karena dinilai lebih memiliki privasi menjalin dalam hubungan. Era industri teknologi 4.0 ini memang sangat bermanfaat bagi pengembang di hampir seluruh sektor, sehingga memudahkan pelaku Bisnis dalam menjalankan bisnisya, mengembangkan sekolah bagi soerang pendidik dsb, namun dapat berdampak buruk bila teknologi 4.0 digunakan sebagai media untuk bermaksiat atau menyebarkan keburukan.
Pada era perkembangan dunia digital seperti sekarang ini, orangtua hendaklah memiliki pengawasan terhadap aktifitas anaknya di dunia maya, bukan malah mendorong anak supaya memiliki potensi kebebasan berekspresi melalui media sosial. Dewasa ini seorang Ayah atau seorang ibu membiarkan bahkan mendukung putrinya untuk bebas berekspresi, memasang foto atupun video di akun media sosialnya, tanpa melihat sisi morilnya asalkan terlihat cantik.
Istri Selingkuh Suami Tak Cemburu
Begitulah opini yang berkembang dewasa ini, seorang ayah yang mendukung putrinya untuk berpacaran mesra dengan putrinya akan dikatakan sebagai orangtua yang bijaksana. Dan jika ada seorang suami yang istrinya selingkuh atau bergaul akrab dengan pria lain, maka akan dikatakan sebagai pria yang sabar, tabah, ikhlas ! begitu juga sebaliknya. Cemburu terhadap istri atau mahramnya pada dasarnya adalah sikap yang terpuji yang merupakan tuntunan dalam syariat ataupun akal. Namun saat ini cemburu terhadap mahramnya sendiri merupakan suatu kebodohan ataupun ketololan bahkan dikatakan sebagai pasangan yang tempramental karena dinilai membatasi kebebasan mahramnya dalam pergaulan sehari-hari.
Pandangan ini beseberangan dengan arahan syariat yang mengharuskan manusia untuk menjaga kecemburuan dan menempatkannya secara profesional. Kecemburuan adalah rasa tidak suka hati terhadap campur tangan orang ain dalam hal yang menjadi haknya secara khusus. Dengan rasa cemburu seorang akan menjaga haknya tersebut dari sesuatu hal yang menjerumuskannya terhadap celah untuk berbuat kedzaliman, ataupun bahaya kerusakan. Kecemburuan dapat dikatakan sebagai antibodi yang menjaga kekebalan tubuh dan mencegah datangnya penyakit, dan tentunya tanpa antibodi tubuh akan terserang penyakit dengan mudah.
Dayyuts, Tidak Memiliki Rasa Cemburu
Seseorang yang memiliki kecemburuan terhadap anak atau istrinya dia tidak akan membiarkan keburukan ataupun perbuatan keji menimpa atas keluarganya, maka jika tiada rasa cemburu tiada pula kebaikan terhadap keluarganya. Seseorang yang tidak memiliki rasa cemburu disebut juga dengan Dayyuts. Imam Ad-Dzahabi dalam kitabnya al-Kabair memasukkan katagori perbuatan Dayyuts sebagai dosa besar, Beliau mengatakan "Jika ia mengetahui perilaku istrinya yang sudah berselingkuh (berzina) dan dia membiarkannya, maka Allah akan mengharamkan Jannah baginya, karena Allah telah menuliskan di pintu surganya "kamu haram dimasuki seorang dayyut" yaitu orang yang mengetahui istrinya selingkuh, tapi dibiarkan dan tidak cemburu. Rasulullah saw. bersabda :
ُثَلاَثَةٌ لاَ يَنْظُرُ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْعَاقُ لِوَالِدَيْهِ وَ الْمَرْأَةُ الْمُتَرَّجِّلَةُ وَالدَّيُّوْث
"Ada tiga golongan yang tidak akan dilihat oleh Allah swt pada hari kiamat nanti, yaitu orang yang durhaka kepda kedua orang tuanya, perempuan menyerupai laki-laki, dan Dayyuts (HR. an-Nasai)
Sebagian ulama ada yang mengartikan lebih luas lagi. Bahwa dayyuts adalah orang yang tidak terusik (cemburu) terhadap perbuatan haram yang terjadi dalam keluarganya, bahkan ridho terhadap kemaksiatan dan keji yang dilakukan oleh anggota keluarganya. Wallahu 'alamu bissowab.




0 comments:
Post a Comment