Wednesday, June 12, 2019

Posted by Ardi Kurniawan
No comments | June 12, 2019

Kewajiban Seorang Muslim Terhadap Al-Qur'an


[Khutbah Pertama]
الحمد لله الذي أصلحَ الضمائرَ، ونقّى السرائرَ، فهدى القلبَ الحائرَ إلى طريقِ أولي البصائرِ، وأشهدُ أَنْ لا إلهَ إلا اللهُ وحدَه لا شريكَ له، وأشهدُ أن سيِّدَنا ونبينا محمداً عبدُ اللهِ ورسولُه، أنقى العالمينَ سريرةً وأزكاهم سيرةً، (وعلى آله وصحبِه ومَنْ سارَ على هديهِ إلى يومِ الدينِ
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Ma’asyiral-Muslimin rahimakumullah, 
Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah swt dan bersyukur atas nikmat yang telah kita terima. Begitu pula kita bersyukur, karena Allah swt telah memberikan kepada kita kesehatan, kemampuan, dan kesempatan untuk beramal, mengumpulkan pahala selama berada di bulan mulia, yaitu bulan Ramadhan, bulan ibadah, dan bulan Al-Qur‘an. 

Bulan Ramadhan dinamakan bulan Al-Qur‘an karena pada bulan itu Allah swt menurunkan Al-Qur‘an sebagai petunjuk bagi manusia ke jalan kebenaran, dan sebagai pembeda antara yang haq dengan yang bathil. Allah swt berfirman: 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَان 

(beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur‘an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). (Qs al-Baqarah/2:185). 

Al-Qur‘an merupakan sumber dari segala hukum Islam. Dengan Al-Qur‘an itulah Allah mengutus Nabi Muhammad  kepada seluruh manusia. Allah berfirman:

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

Maha Suci Allah yang telah menurunkan al-Furqan (Al-Qur‘an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (Qs al-Furqan/25:1).

Demikian pula dengan Sunnah Nabi. Hadits-hadits Nabimemiliki peran yang berdampingan dengan Al-Qur‘an, menjadi pedoman hukum dalam syariat Islam. Allah  berfirman: 

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah.Sesungguhnya Allah amat keras hukumanNya. (Qs al-Hasyr/59:7).

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Allah menurunkan Al-Qur‘an secara berangsur-angsur. Wahyu pertama turun saat Ramadhan pada lailatul-qadr, sebagaimana Allah swt berfirman:

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةِ الۡقَدۡرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur‘ân) pada malam kemuliaan. (Qs al-Qadr/97:1).

Usia Nabi Beliau pada saat ialah 40 tahun sebagaimana masyhur disebutkan oleh kalangan ahli ilmu. Usia yang ideal bagi seseorang dalam mencapai kesempurnaan nalar, akal dan pengetahuan.

Al-Qur‘an turun dari sisi Allah Ta’ala kepada Nabi Beliau dengan perantaraan Malaikat Jibril q . Dia adalah pemimpin para malaikat. Allah Ta’ala mensifati Malaikat Jibril dengan firman-Nya:

إِنَّهُۥ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ 
ذِى قُوَّةٍ عِندَ ذِى ٱلْعَرْشِ مَكِينٍ
مُّطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ

Sesungguhnya Al-Qur‘ân itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy, yang ditaati disana (di alam malaikat) lagi dipercaya. (Qs at-Takwîr/81:19-21).

Dari uraian singkat di atas, kita bisa mengerti bahwa Al-Qur‘an memiliki kedudukan yang tinggi. AlQur‘ân merupakan wahyu dari Rabbul-‘alamin, penguasa alam semesta, Dzat yang Mahakuasa atas segala sesuatu, yaitu Allah Tabaraka wa Ta’ala.Qur‘ân diturunkan kepada insan paling agung dan mulia semenjak Allah menciptakan manusia yang pertama hingga manusia yang terakhir. Pemimpin para nabi dan rasul. Beliau adalah Nabi Beliau. Al-Qur‘an diturunkan dengan perantara makhluk yang taat kepada Allah, yaitu malaikat. Bahkan merupakan malaikat terbaik dan pemimpin para malaikat. Dialah Malaikat Jibril. Dan Al-Qur‘ân diturunkan pada waktu yang sangat mulia, yaitu bulan Ramadhan. Bahkan malam diturunkan Al-Qur‘an merupakan lailatul-qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Allah berfirman:

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةِ الۡقَدۡرِ
وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِؕ
لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِ  ۙ خَيۡرٌ مِّنۡ اَلۡفِ شَهۡرٍؕ
تَنَزَّلُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَالرُّوۡحُ فِيۡهَا بِاِذۡنِ رَبِّهِمۡ‌ۚ مِّنۡ كُلِّ اَمۡرٍ
سَلٰمٌ هِىَ حَتّٰى مَطۡلَعِ الۡفَجۡرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur‘ân) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (Qs al-Qadr/97:1-5).

Kemuliaan Al-Qur‘ân lainnya, yaitu ia akan tetap terjaga kemurniaannya hingga hari Kiamat. Dan masih banyak lagi keistimewaan yang terdapat pada Al-Qur‘ân.

Ma’asyiral-Muslimin rahimakumullâh,
Setelah mengetahui kedudukan Al-Qur‘an, maka sebagai seorang Muslim, kita wajib mempedulikan Al-Qur‘an. Kita lakukan amal-amal kebaikan berkaitan dengan kitab yang mulai ini.
Pertama. Membaca dan menghafalkan Al-Qur‘ân. Membaca Al-Qur‘an merupakan langkah awal seseorang bermuamalah dengan Al-Qur‘an. Nabi memerintahkan agar kita rajin membacanya, sebagaimana tertuang dalam sabda beliau : “Bacalah Al-Qur‘ân, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang yang membacanya ... (HR Muslim).”

Ketahuilah, Allah menjadikan amalan membaca Al-Qur‘ân termasuk sebagai salah satu yang bernilai ibadah kepada-Nya. Allah memberikan pahala bacaan Al-Qur‘ân bukan per surat atau per ayat, akan tetapi pahalanya per huruf dari Al-Qur‘ân yang kita baca. Nabi bersabda: Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf. Akan tetapi alif adalah satu huruf, lam adalah satu huruf dan mim adalah satu huruf. (HR at-Tirmidzi)

Kedua. Mentadabburi dan mempelajarinya Al-Qur‘ân.

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

Maka, apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur‘ân, ataukah hati mereka terkunci? (Qs Muhammad/47:24).

Ketiga. Mengamalkannya. Demikianlah kewajiban seseorang yang telah mengetahui sebuah ilmu. Hendaklah ia mengamalkannya. Suatu ilmu tidak akan berguna jika tidak pernah diamalkan. Karena buah dari ilmu ialah amal. Dan Allah swt hanya akan memberi balasan berdasarkan amal yang dikerjakan. Allah swt berfirman: 

إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Sesungguhnya kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan. (Qs ath-Thûr/52:16).

Berkaitan dengan seorang ahlul-qur‘an, Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud pernah berkata: “Pengemban Al-Qur‘ân harus bisa dikenali saat malam hari ketika manusia tertidur lelap, saat siang hari ketika manusia berbuka, dengan tangisnya ketika manusia tertawa, dengan wara’nya (hati-hati) ketika manusia mencampur (halal dan haram), dengan diamnya ketika manusia larut dalam pembicaraan yang tidak bermanfaat, dengan kekhusyuannya ketika manusia bersikap angkuh, dan dengan sedihnya ketika manusia bersuka cita”.

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita sebagai ahlul-qur’an. Yaitu orang-orang yang selalu menyibukkan diri dengan membaca, mempelajari, mengajarkan dan mengamalkan al Qur’an. Sehingga pada hari Kiamat, Al-Qur‘an mendatangi untuk
memberi syafaat bagi kita di hadapan Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Keempat. Mengajarkan Al-Qur‘ân. Al-Qur‘an merupakan sebaik-baik ilmu. Barangsiapa yang menyebarluaskan dan mengajarkannya kepada orang lain, maka ia akan mendapatkan balasan yang terus mengalir Allah Ta’ala. Nabi bersabda:"Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara, (yaitu) shadaqah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya. (HR Muslim)."


[Khutbah Kedua]

وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Ma’asyiral-Muslimin, jamaah Shalat Jum’at rahimakumullâh,
Sebagai wujud memuliakan Al-Qur‘an, hendaklah kita menjaga adab-adab saat membacanya.
Pertama. Membacanya dalam keadaan yang paling sempurna. Yaitu dengan bersuci, menghadap kiblat dan duduk dengan sopan.
Kedua. Membacanya dengan tartil dan tidak tergesa-gesa. Karena tidak layak seseorang membaca Al-Qur‘ân dengan terlalu cepat, sehingga dalam waktu kurang dari tiga hari ia telah selesai mengkhatamkan bacaannya. Padahal terdapat sebuah riwayat dari Ashâbus-Sunan dan dishahihkan at-Tirmidzi, bahwasanya Nabi bersabda: "Barangsiapa yang (mengkhatamkan) membaca Al-Qur‘ân dalam waktu kurang dari tiga hari maka ia tidak dapat memahaminya"
Ketiga. Selalu khusyu’ ketika membacanya, menampakkan kesedihan, dan berusaha menangis.
Keempat. Hendaklah memperindah suaranya. 
Kelima. Seorang yang membaca Al-Qur‘ân hendaklah menyembunyikan suaranya jika ia khawatir akan menimbulkan riya‘, atau sum’ah pada dirinya, atau apabila dikhawatirkan akan mengganggu orang yang sedang shalat. Selanjutnya, hendaklah seorang muslim berusaha memperbanyak hafalan Al-Qur‘ân di dadanya, karena hal ini termasuk tanda keimanan seseorang, dan
salah satu tanda orang yang diberi ilmu. 

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعاً مَرْحُوْماً، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقاً مَعْصُوْماً، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْماً.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَاناً صَادِقاً ذَاكِراً، وَقَلْباً خَاشِعاً مُنِيْباً، وَعَمَلاً صَالِحاً زَاكِياً، وَعِلْماً نَافِعاً رَافِعاً، وَإِيْمَاناً رَاسِخاً ثَابِتاً، وَيَقِيْناً صَادِقاً خَالِصاً، وَرِزْقاً حَلاَلاً طَيِّباً وَاسِعاً، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجمع كلمتهم عَلَى الحق، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظالمين، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعَبادك أجمعين.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ.
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ :
 إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ 

0 comments:

Post a Comment

Blogroll

About